Kamis, 26 Februari 2026

Ada Suara yang Tak Sempat Diucapkan

Sama seperti bumi yang mau manyapa langit 
Laut yang mau menyapa gunung
Ada suara yang tinggal di balik sunyi,
bernapas pelan di antara detak yang gelisah.
Ia bukan tak ada dan rapuh
hanya tak pernah menemukan musimnya.
Karena dia tau kapan waktunya ia bersua

Kata-kata tumbuh seperti bayang senja,
memanjang, merambat,
lalu larut sebelum sempat menjadi cahaya.

Di bibir, ia gemetar hebat
seperti hujan yang menggantung di langit hitam
tak jatuh, tak pula kembali ke awan dan hanya berdiam ditengah cakrawala

Aku menyimpannya
di ruang yang tak bernama,
tempat ragu dan harap saling berhadapan
tanpa pernah benar-benar berdamai.

Alih-alih waktu terus berjalan tanpa menoleh.
Kesempatan, yang katanya seperti emas lewat seperti angin,
Membawa serta kemungkinan
yang tak sempat diperjuangkan
Namun tak pernah pudar harapannya 
Walau hanya secercah cahaya 

Kini yang tersisa
hanyalah bunyi gong yang samar namun bergetar sendu
Suara yang tak pernah kau dengar, kapan pun itu
Namun dia hidup dihatinya dan terus memanggil namanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar